Taiwan

Kuliah di Taiwan

Taiwan adalah negara yang terletak di sebuah pulau antara negara Jepang dan Filipina. Dengan ibukotanya Taipei City, Taiwan adalah sebuah negara yang kaya dengan budaya, sejarah, kuliner, dan pemandangan alam yang indah. Negara ini paling dikenal karena industri teknologinya yang terdepan di dunia, selain itu juga terkenal menawarkan program akademik terbaik dalam berbagai bidang mata pelajaran. Hal tersebut yang membuat Taiwan populer di kalangan siswa internasional yang ingin kuliah di luar negeri.

Siswa internasional biasanya merasa nyaman dan betah tinggal di Taiwan. Dengan budaya yang beragam dan sejarah yang kaya, negara ini menyambut siswa internasional dengan tangan terbuka. Biaya kuliah yang terjangkau juga merupakan faktor yang membuat siswa internasional tertarik untuk kuliah di Taiwan. Selain biaya kuliah yang rendah, biaya hidup di Taiwan juga sangat terjangkau. Siswa juga bisa bepergian ke berbagai negara di Asia dengan murah karena jaraknya sangat dekat.

16 universitas di Taiwan masuk dalam peringkat QS World University Rankings 2021, dan sebanyak 35 universitas masuk dalam QS Asia University Rankings 2021. Dari universitas-universitas top di Taiwan, National Taiwan University adalah yang terdepan. Siswa internasional yang ingin bekerja di Taiwan diharuskan melamar dan mendapatkan izin kerja (work permit) sebelum mulai bekerja. Setelah lulus pun siswa harus memiliki work permit untuk tetap tinggal dan bekerja di Taiwan.

Fakta mengenai Taiwan

  • Orang Taiwan gemar mengendarai sepeda. Pemerintah menginvestasikan dana besar untuk membangun jalan-jalan sepeda. Kota Taipei sendiri memiliki fasilitas lengkap untuk pengendara sepeda.
  • Setiap orang di Taipei memiliki akses internet di ruang publik. Pemerintah kota Taipei menyediakan internet gratis di seluruh kota. Turis dapat memiliki akses Wi-Fi publik di area perbelanjaan, rumah sakit dan perpustakaan.
  • Saat Portugis datang ke pulau Taiwan pada abad ke-16, mereka menyebut pulau itu sebagai Ilha Formosa atau Pulau Cantik. Nama tersebut adalah nama resmi pulau itu sampai Perang Dunia ke-2.
  • Bubble tea berasal dari Taiwan. Populer sejak akhir era 80an, bubble tea atau boba telah menjadi minuman favorit di Taiwan dengan variasi rasa tak terhingga yang nikmat. Mulai dari milk tea tradisional dengan bola-bola tapioka hingga teh segar dan dihidangkan bersama coconut jelly.
  • Belum ke Taiwan jika belum mampir ke pasar malam tradisional (night market). Terutama bagi para pecinta kuliner, wajib berkunjung ke night market di Taiwan. Salah satu tempat terbaik untuk berwisata kuliner dengan varian makanan yang ditawarkan sangat beragam. Mulai dari buah segar, sushi, sup mie, hingga daging panggang. Banyak juga makanan khas Taiwan seperti deep fried chicken, dumpling, stinky tofu, dan masih banyak lagi.
  • Taiwan sangat terobsesi dengan Hello Kitty. Banyak restoran yang menggunakan motif Hello Kitty. Taiwan negara pertama yang menjadikan Hello Kitty sebagai merek minuman/bir. Pesawat terbang Eva Airways pada tahun 2013 menghias badan pesawatnya dengan Hello Kitty. Hotel Grand Hi-Lai di Kaohsiung menyediakan kamar Hello Kitty, dan ada juga radio yang memutar lagu-lagu Hello Kitty.
  • Waktu di Taiwan sama dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA).
  • Gedung Taipei 101 termasuk ke dalam 10 gedung tertinggi di dunia.
  • Taiwan mempunyai banyak sumber air panas. Yang paling terkenal adalah sumber air panas Beitou di Taipei.
peta taiwan

Sistem Pendidikan di Taiwan

Sistem pendidikan di Taiwan terdiri dari pendidikan dasar 6 tahun, pendidikan setingkat SMP selama 3 tahun, serta pendidikan setingkat SMA selama 3 tahun. Pendidikan menengah atas, termasuk pendidikan kejuruan, seperti halnya SMK di Indonesia. Di jenjang pendidikan tinggi, terdapat Universitas, Institut, hingga sekolah Pascasarjana. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Mandarin. Tahun akademik berlangsung sejak bulan September, hingga bulan Juni pada tahun berikutnya.

Sistem pendidikan di Taiwan mengutamakan bidang matematika dan sains. Namun belakangan, hal ini dikritik karena dianggap terlalu fokus pada hafalan, sehingga dianggap mencetak lulusan yang kurang kreatif. Sejak tahun 2014, pemerintah menerapkan pendidikan wajib 12 tahun, hingga ke janjang SMA. Untuk menjalani masa transisi, pemerintah melakukan beberapa reformasi. Diantaranya membuat kebijakan ujian gratis ke jenjang SMA, melakukan desentralisasi kurikulum, menciptakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas, memberikan subsidi dan memperkuat dukungan bagi siswa tak mampu, meningkatkan program kejuruan, mengembangkan pendidikan seni, dan mempromosikan e-learning.

Pada jenjang SMA, saat siswa duduk di kelas 10 dan 11, mereka akan menerima pelajaran inti, seperti: bahasa Cina dan Inggris, Kewarganegaraan, Filosofi yang mengarah pada pemikiran Dr. Sun Yat-Sen. Lalu ada pelajaran sejarah, geografi, matematika, ilmu dasar, fisika, kimia, biologi, ilmu bumi, pendidikan jasmani, seni musik, seni rupa, seni industri, ekonomi rumah tangga, dan pelatihan militer.

Pada saat kelas 12, siswa Taiwan diperkenankan memilih spesialisasi dalam bidang ilmu sosial, atau ilmu alam/teknik. Di sisi lain, sekolah kejuruan menawarkan jalur menuju ke pekerjaan, dengan memberikan pendidikan spesialis tambahan, seperti: teknik sipil, listrik, komputer, atau bisnis. Secara umum, sekolah kejuruan di Taiwan menawarkan keterampilan teknis dasar dalam bidang industri, teknologi, perdagangan, produk kelautan, pertanian, keperawatan dan kebidanan, ekonomi rumah tangga, opera dan seni. Meski demikian, mereka tetap dapat mengikutiujian masuk Universitas untuk mengambil gelar sarjana selama empat tahun.