Fresh Graduate UK Susah Cari Kerja, Tapi Industri Ini Justru Kekurangan Orang
Posted on 27 August 2026
Graduate vacancies di UK pada Juli 2026 mencapai titik terendah dalam satu dekade dengan hanya 8.383 lowongan, turun 45,6% dibanding tahun sebelumnya, namun sejumlah industri seperti digital, engineering, dan clean energy justru memproyeksikan kebutuhan hingga 1,8 juta pekerja tambahan hingga 2035.
Fresh graduate di UK sedang menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif seiring penurunan tajam jumlah graduate vacancies. Berdasarkan laporan terbaru dari Adzuna dan Skills England, situasi pasar kerja menciptakan paradoks: sementara lowongan entry-level berkurang signifikan, sejumlah sektor prioritas masih mengalami kekurangan skill tenaga kerja yang relevan. Data terbaru dalam artikel ini diperbarui per September 2026 berdasarkan informasi resmi dari Adzuna, Skills England Annual Skills Report 2026, dan GOV.UK.
⚡ Ringkasan Cepat
- Graduate vacancies di UK Juli 2026 hanya 8.383 lowongan, turun 45,6% year-over-year dan mencapai rekor terendah sejak 2016 (Adzuna)
- Jumlah jobseeker per lowongan meningkat ke 2,14 pada Juli 2026 dari 1,93 setahun sebelumnya, menunjukkan persaingan yang semakin ketat
- Skills England memproyeksikan kebutuhan 1,8 juta pekerja tambahan hingga 2035 di sektor prioritas seperti digital, engineering, clean energy, dan construction, meski demand ini bukan otomatis terbuka untuk fresh graduate
- Penurunan lowongan lebih disebabkan cost control perusahaan (kenaikan National Insurance dan minimum wage) daripada AI semata, menurut survei Deloitte UK terhadap CFO
- Sektor dengan demand tinggi termasuk Digital & Technology, Clean Energy, Construction & Infrastructure, Engineering & Advanced Manufacturing, Life Sciences, dan Professional & Business Services
✅ Jawaban Cepat
Fresh graduate saat ini menghadapi pasar kerja yang jauh lebih kompetitif dengan 8.383 graduate vacancies di Juli 2026 (terendah sejak 2016), meskipun industri tertentu masih membutuhkan talent di bidang digital, engineering, dan clean energy.
Data diverifikasi dan diperbarui: September 2026
Graduate Jobs UK: Lowongan Turun, Industri Ini Kekurangan Orang

Baru lulus, kirim puluhan CV, tapi interview belum datang juga.
Di UK, pengalaman seperti ini sedang terasa semakin familiar buat fresh graduate. Data terbaru menunjukkan graduate vacancies menurun tajam.
Tapi ada plot twist: di saat yang sama, pemerintah UK justru memperingatkan bahwa sejumlah industri masih membutuhkan jauh lebih banyak skilled workers.
Jadi sebenarnya UK kelebihan graduate atau kekurangan talent? Jawabannya: dua-duanya bisa terjadi secara bersamaan.
Seberapa Sulit Job Market Fresh Graduate UK Sekarang?
Menurut laporan Adzuna yang dipublikasikan 24 Agustus 2026, jumlah graduate vacancies di UK pada Juli 2026 tercatat hanya 8.383 lowongan turun 45,6% dibanding tahun sebelumnya, dan menjadi titik terendah sejak Adzuna mulai mengumpulkan data ini pada 2016. Sebagai perbandingan, pada 2017 ada lebih dari 55.000 graduate roles yang diiklankan di periode yang sama.
Jumlah jobseeker per lowongan juga naik ke 2,14 pada Juli 2026, dari 1,93 setahun sebelumnya — artinya persaingan makin ketat.
Menariknya, co-founder Adzuna, Andrew Hunter, menjelaskan bahwa penurunan cost control dari sisi perusahaan justru jadi faktor yang lebih besar dibanding AI semata, berdasarkan survei Deloitte UK terhadap para CFO. Kenaikan biaya tenaga kerja seperti National Insurance dan minimum wage ikut membuat perusahaan lebih berhati-hati merekrut di level graduate.
Penting dicatat: ini bukan berarti tidak ada pekerjaan untuk fresh graduate. Kondisinya lebih tepat digambarkan sebagai jauh lebih kompetitif dibanding beberapa tahun lalu.
AI Ikut Bikin Entry-Level Jobs Berubah?
AI sering jadi kambing hitam utama, tapi hubungan sebab-akibatnya belum sesederhana itu.
Adzuna mencatat bahwa hiring di level entry-level yang masih terjadi sekarang ini lebih banyak datang lewat shorter-term placements, apprenticeship, atau role yang diiklankan sebagai “junior” atau “trainee” bukan lewat skema “graduate” yang terstruktur seperti sebelumnya. Artinya, sebagian pekerjaan level pemula sebenarnya masih ada, hanya berubah bentuk dan penamaannya.
Selain cost control dan AI, ada juga faktor macroeconomic slowdown, employer yang jadi lebih berhati-hati dalam merekrut, serta kecenderungan perusahaan memilih kandidat berpengalaman dibanding fresh graduate untuk role yang sama. Jadi AI memang berkontribusi, tapi bukan satu-satunya penyebab.
Plot Twist: UK Justru Masih Kekurangan Skill
Di sinilah bagian yang bikin situasi ini terasa kontradiktif.
Berdasarkan Skills England Annual Skills Report 2026 yang diterbitkan resmi lewat GOV.UK pada 1 Juni 2026, permintaan tenaga kerja di sejumlah sektor prioritas justru diproyeksikan tumbuh sekitar 24% hingga 2035, membutuhkan tambahan hingga 1,8 juta pekerja.
Ini yang disebut skills shortage berbeda dengan job shortage. Bisa saja ada ribuan fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan, tapi perusahaan justru mencari skill spesifik yang cuma dimiliki sebagian kecil kandidat. Artinya, jumlah kandidat yang banyak tidak otomatis berarti skill yang dicari itu tersedia.
Industri Mana yang Masih Punya Demand?
Skills England memfokuskan analisisnya pada 8 sektor prioritas dalam Industrial Strategy pemerintah UK, ditambah sektor kesehatan sosial dan konstruksi. Total ada 150 occupation yang teridentifikasi, mencakup 23% dari total lapangan kerja di 2025 — dengan occupation di bidang digital, engineering, dan construction paling banyak muncul.
1. Digital & Technology
Permintaan untuk software development, IT business analysis, systems architecture, hingga digital infrastructure diproyeksikan tumbuh signifikan sampai 2035. Tapi Skills England sendiri mencatat nuance penting: belum jelas apakah pertumbuhan demand digital ini akan dipenuhi lewat lebih banyak orang di role digital, atau lewat peningkatan produktivitas pekerja digital karena adopsi AI. Artinya, tech bukan otomatis aman dari AI — beberapa entry-level tech role juga sedang mengalami tekanan hiring yang sama.
2. Clean Energy
Salah satu sektor dengan proyeksi pertumbuhan tercepat. Clean energy mempekerjakan sekitar 232.000 orang di 2025, dan Skills England memproyeksikan kebutuhan tambahan signifikan sampai 2035, dengan mempertimbangkan replacement demand sekitar 36.000 pekerja akibat pensiun. Occupation dengan demand tertinggi termasuk plumbers dan heating/ventilation installers, disusul electrical engineer dan berbagai role terkait energy systems.
3. Construction & Infrastructure
Berdasarkan Skills England, 30 priority occupation di sektor konstruksi diproyeksikan tumbuh 493.000 (26%) antara 2025 dan 2035, ditambah replacement demand sekitar 595.000 pekerja dalam periode 2026-2035. Kebutuhannya bukan cuma pekerjaan manual — termasuk juga civil engineer, digital construction, BIM specialist, dan sustainability expert.
4. Engineering & Advanced Manufacturing
Sektor ini mencakup electrical engineering, mechanical engineering, hingga automation, dengan kebutuhan talent untuk industri aerospace, automotive, dan advanced materials sebagai bagian dari 8 sektor prioritas Industrial Strategy UK.
5. Life Sciences
Termasuk biotechnology, pharmaceuticals, dan bioinformatics. Bukan berarti semua jenis pekerjaan di life sciences kekurangan orang, tapi sektor ini tetap masuk dalam radar prioritas skill nasional UK.
6. Professional & Business Services
Supaya artikel ini nggak terlalu STEM-heavy: Skills England juga memproyeksikan pertumbuhan pada sejumlah priority occupation di bidang digital, finansial, analytical, hingga project management dalam sektor professional and business services.
Tapi Industri Kekurangan Orang Bukan Berarti Fresh Graduate Auto Diterima
Ini bagian yang penting untuk digarisbawahi.
Perusahaan bisa saja punya banyak vacancy di sektor-sektor tadi, tapi tetap tidak merekrut fresh graduate kalau kandidatnya belum punya technical capability yang relevan, portfolio yang kuat, commercial awareness, kemampuan komunikasi, pengalaman kerja, problem-solving, atau familiaritas dengan tools industri tertentu.
Skills shortage di level nasional tidak otomatis diterjemahkan jadi kemudahan diterima kerja di level individu.
Degree Saja Mulai Nggak Cukup?
Bukan berarti degree tidak penting. Tapi kombinasi degree + practical experience + skill jadi jauh lebih kuat dibanding gelar saja.
Beberapa hal yang bisa membangun kombinasi itu: internship, placement year, proyek kuliah yang relevan dengan industri, sertifikasi industri, ikut student society, kompetisi, membangun portfolio, networking, volunteering, sampai part-time work yang relevan.
Jadi Harus Pilih Jurusan Berdasarkan Job Shortage?
Tidak sesederhana itu.
Memilih jurusan hanya karena “lagi banyak lowongan” berisiko, karena labour market bisa berubah signifikan selama 3-4 tahun masa kuliah. Yang lebih penting dipertimbangkan: aptitude, minat, kemampuan akademik, arah karier jangka panjang, kurikulum universitas, peluang placement, akreditasi program, lokasi kampus, dan demand industri jangka panjang — bukan cuma kondisi pasar kerja hari ini.
Jurusan Apa yang Bisa Relevan dengan Sektor Ini?
Berikut mapping umum — bukan daftar “jurusan pasti dapat kerja”, karena nama dan kurikulum program bisa berbeda-beda antaruniversitas:
| Sektor | Contoh Jurusan Terkait |
|---|---|
| Digital & Technology | Computer Science, Data Science, Cyber Security, Information Systems |
| Advanced Manufacturing | Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Mechatronics, Robotics |
| Clean Energy | Electrical Engineering, Renewable Energy, Environmental Engineering |
| Construction | Civil Engineering, Construction Management, Quantity Surveying, Architecture |
| Life Sciences | Biotechnology, Biomedical Science, Bioinformatics, Pharmaceutical Science |
| Professional Services | Business Analytics, Finance, Economics, Management |
Kalau kamu masih membandingkan pilihan universitas di UK, cek juga daftar universitas terbaik Inggris versi QS 2027 untuk gambaran ranking terbaru sebelum memilih kampus.
Kalau Jadi International Student di UK, Apa yang Harus Dilakukan dari Tahun Pertama?
1. Jangan Tunggu Tahun Terakhir untuk Cari Internship
Mulai riset peluang karier sejak tahun pertama, bukan menjelang lulus.
2. Gunakan University Career Service
Manfaatkan bantuan CV, mock interview, career fair, dan employer event yang disediakan kampus.
3. Bangun Experience Sejak Dini
Lewat internship, proyek kuliah, student society, kompetisi, atau volunteering.
4. Pelajari Skill yang Benar-Benar Dipakai Industri
Bukan cuma teori di kelas — cari tahu tools dan metode yang dipakai di industri targetmu.
5. Networking dari Awal
Lewat LinkedIn, alumni, dosen, dan event kampus.
6. Pahami Graduate Route dan Skilled Worker Route
Semua aturan visa sebaiknya selalu dicek langsung ke GOV.UK karena bisa berubah, dan tidak ada jaminan otomatis suatu pekerjaan akan mendapat sponsorship.
Graduate Visa Lebih Pendek Mulai 2027, Apa Pengaruhnya?
Berdasarkan konfirmasi resmi pemerintah UK lewat Statement of Changes in Immigration Rules yang ditabelkan 14 Oktober 2025, mulai 1 Januari 2027 durasi Graduate Route visa berubah dari 2 tahun menjadi 18 bulan untuk lulusan bachelor dan master. Aplikasi yang diajukan pada atau sebelum 31 Desember 2026 masih mendapat durasi 2 tahun seperti sebelumnya. Untuk lulusan PhD, durasinya tetap 3 tahun.
Implikasinya bukan cuma soal berapa lama bisa tinggal, tapi soal timeline persiapan karier yang jadi lebih ketat. Kalau dulu ada 2 tahun untuk cari kerja dan transisi ke Skilled Worker visa, sekarang waktunya lebih pendek — artinya persiapan career sejak masa kuliah jadi jauh lebih penting daripada sebelumnya.
Jadi, Masih Worth It Kuliah di UK Kalau Job Market Lagi Sulit?
Jawabannya nggak bisa digeneralisasi jadi “ya, pasti worth it” begitu saja.
Hasilnya sangat bergantung pada pilihan universitas, course, skill yang dibangun, pengalaman yang dikumpulkan, sektor yang ditarget, lokasi, persiapan karier, dan eligibility visa. Job market UK memang lebih kompetitif sekarang, tapi demand jangka panjang di berbagai priority industries tetap ada.
The Bottom Line: Bukan Nggak Ada Job, Tapi Skill yang Dicari Makin Spesifik
Masalah pasar kerja UK 2026 bukan sekadar “job hilang”. Job market sedang berubah. Beberapa entry-level role menyusut, sementara industri seperti digital, engineering, clean energy, construction, advanced manufacturing, dan life sciences masih membutuhkan talent.
Kuncinya bukan cuma memilih degree yang “katanya menjanjikan”. Tapi memilih course yang tepat, membangun skill yang relevan, dan mencari experience sebelum lulus.
FAQ Seputar Graduate Jobs UK
Apakah fresh graduate sulit mencari kerja di UK?
Ya, data Adzuna Juli 2026 menunjukkan graduate vacancies turun ke titik terendah dalam satu dekade, sehingga persaingan jadi jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu.
Industri apa yang kekurangan tenaga kerja di UK?
Berdasarkan Skills England 2026, sektor digital & technology, engineering, clean energy, construction, life sciences, dan professional services diproyeksikan membutuhkan tambahan hingga 1,8 juta pekerja sampai 2035.
Apakah tech masih punya prospek kerja di UK?
Masih, tapi tidak otomatis aman dari AI. Beberapa entry-level tech role justru sedang mengalami tekanan hiring, sehingga kombinasi technical skill dengan AI literacy dan problem solving jadi makin penting.
Jurusan apa yang dibutuhkan di UK?
Tidak ada satu jurusan pasti, tapi bidang seperti Computer Science, Engineering, Renewable Energy, Civil Engineering, dan Biotechnology terkait dengan sektor-sektor prioritas Skills England.
Apakah international student bisa bekerja setelah lulus di UK?
Bisa lewat Graduate Route visa, meski durasinya berubah jadi 18 bulan untuk aplikasi mulai 1 Januari 2027 (kecuali PhD yang tetap 3 tahun).
Bagaimana cara meningkatkan peluang kerja setelah kuliah di UK?
Mulai cari internship sejak tahun pertama, manfaatkan university career service, bangun portfolio dan pengalaman kerja, serta networking sejak awal masa kuliah.
Kalau sedang mempertimbangkan kuliah di UK, jangan hanya melihat ranking universitas. Perhatikan juga curriculum, placement opportunities, lokasi kampus, accreditation, dan hubungan course dengan industri. Education Republic dapat membantu membandingkan pilihan universitas dan program berdasarkan academic goal dan career plan, serta membantu proses aplikasi, visa, sampai persiapan keberangkatan.
Hubungi Kami
Dapatkan pengurusan dan konsultasi studi luar negeri GRATIS oleh Education Republic sekarang juga!
Click to chat our offices below:
- Telegram ER
- Virtual Office
- Batam Office
- Bali Office
- JKT Barat Office
- Tangerang Office
- Medan office
- Pekanbaru office
- Manado Office
- Singapore Office
Tagged:



